Buletinesia - RS CLS (Countinius Love Stories) Pindah Ke Lain Hati!

Buletinesia - RS - CLS (Riyal Story  - Countinius Love Stories)


Setelah kemarin release chapter 1 (baca: break dulu atau putus?) dan Chapter 2 (baca: Sendiri!)
sekarang, akan berlanjut kisah selanjutnya di chapter 3 ini.

Chapter 3 : Pindah ke Lain Hati!
( Pelarian atau Telah Mendapatkan Cinta Yang Sesungguhnya?)

"Oh ya kenalin ne, Pacar ku! Itu hal selalu aku sampaikan ke teman-teman sekaligus menunjukkan ke mereka bahwa aku sudah Move On dari masa laluku." 

buah pun tumbuh berdampingan.


Setelah berbulan-bulan aku sendiri dan menyendiri (bukan menutup diri dari orang lain ya!) aku berusaha melupakan kenangan bersama Tiar, walaupun sebenarnya susah bagiku untuk melupakannya. (like fanpage buletinesia di facebook untuk info kekinian) Sore itu sepulang dari kos-an teman ku aku tidak sengaja bertemu(sebenarnya hanya melihat dari jauh). Aku melihat Tiar bersama temannya Wina (baca: Chapter 1 tentang Wina)  ,keluar dari Apotik sepertinya mereka terburu-buru sehingga aku pun tak sempat bertemu dan berbicara walaupun sesaat ke Tiar.
Tanpa berpikiran Negatif aku pun pulang kerumah bibi ku ( Oh ya semenjak masuk kuliah ini aku sudah tidak tinggal dengan orang tua ku, karena jarak rumah dan kampus ku sangat jauh sehingga aku menginap dirumah Bibi ku). Sebelum tiba di depan Gang rumah ku, aku bertemu dengan Riri bersama temannya. Tatapan ku jauh melayang menatap teman Riri tersebut.
Riko : Hai Ri,,Loohh mau kemana?
Riri  : Ehh Riko,,gak ada cuma mau ke depan nganterin Dwi ne,soalnya udah sore. Ntar kemalaman dia pulangnya.
Riri  : oh iya kenalin ne Dwi,,teman ku. Dwi ne Riko teman dekat daerah ku.
Riko : Hai, salam kenal. Riko (sambil aku menjulurkan tangan ku pada nya)
Dwi  : Hai juga, aku Dwi Angraini, tapi panggil dwi aja gak apa2.
Akhirnya kami pun saling ngobrol hingga lupa bahwa Dwi harus pulang.
Riri  : Ya udah deh sambung kapan-kapan aja ngobrolnya ya. Ntar Dwi pulangnya kemalaman loh.
Dwi : Ya udah kalo gitu, pamit ya semuanya. Sampai jumpa lagi (sampai Dwi melambaikan tangannya pada ku dan Riri).

Setelah lambaian perpisahan itu,bagiku itu bukan lambaian terakhir atau lambaian tak akan berjumpa Dwi lagi, justru aku merasa itu adalah permulaan baru untuk ku membuka lembaran baru di dalam hatiku.Juga permulaan dimana aku harus mengisi ruang kosong yang telah di tinggalkan oleh Tiar.

Setelah pertemuan itu, aku berusaha mencari informasi tentang Dwi. Mulai dari No Handpone, alamat sampai Dwi mahasiswa mana dan anak ke berapa dari berapa bersaudara( Itulah cara Ku, walaupun kadang dikatakan Norak dan Lebay oleh teman-temanku).
Akhirnya, aku dapat No Hp Dwi dari Riri (walaupun sebenarnya Riri gak suka aku untuk menggangu Dwi karna Riri takut aku hanya menjadikan Dwi pelarian hati ku atau yang lainnya).

Singkatnya, sekarang aku udah mulai jalan berdua dengan Dwi. mulai dari ngantar Dwi ke kampus sampai nemanin Dwi ke Perpustakaan wilayah yang ada di daerah kami. Aku merasa senang dan bahagia, walaupun sebenarnya di dalam hatiku masih ada rasa rindu yang sangat dalam kepada Tiar. Karena, walau bagaimana pun pasti ada alasan yang tepat yang belum aku temukan kenapa Tiar memutuskan ku( Break gtu katanya). Hingga sekarang, aku sudah dekat dan jalan bareng Dwi, tiar tidak pernah sekalipun mengirim pesan atau apapun pada ku, bahkan pesan yang selalu kukirim pun tidak pernah di balas oleh nya. ( maaf ya jadi cerita masa lalu)

Sekarang pun aku sudah mengenalkan Dwi pada semua teman-teman ku. "Kenalin ne Pacar ku " (bukan maksud untuk pamer ya.,,,hehehe). bahkan, saat bertemu Iyan pun ,
Iyan  : Ehh,, Rik,,sama siapa mu?
Riko : Oiya ,,, Yan, kenalin pacar ku Dwi.
Iyan  : Hai Dwi,,aku Iyan teman kampusnya Riko.
Dwi  : Hai Iyan,,Aku Dwi.
Riko : (sambil bercanda) Ehhhh,, udah jangan lama-lama, nti ada yang cemburu. 
Iyan  : Ahh,,, bisa aja mu Riko. emang mau kemana kalian berdua ne? kok kayaknya rapi banget.
Riko  : Gak ada kemana-mana, mau menikmati suasana kota di sore hari sambil mutar-mutar aja.
Iyan  : ohhh  gitu,,, ya udah aku juga lagi ada perlu ama pembimbing ne. Aku pamit duluan ya.
Riko dan Dwi : Iya.

Setelah Iyan pergi tidak lama kemudian Hp ku berdering dan aku tau kalau itu adalah tanda pesan masuk.Aku terkaget saat membaca pesan tersebut, ternyata pesan itu dari Iyan. Iyan menuliskan pesan singkat yang bagiku pesan itu menusuk dalam banget sampai ke ujung jantung ku, iyan menuliskan "YAKIN! BUKAN PELARIAN???". Karena aku akan ergi dengan Dwi pesan singkat Iyan aku abaikan karena menurutku itu gak penting.

Sepulang dari jalan-jalan sore itu, aku langsung mengantar Dwi pulang ke rumahnya. Setelah tiba dirumah Dwi akupun tidak mampir dengan alasan aku agak letih jadi mau istirahat langsung,sekaligus juga udah sore mau mandi (soalnya udah bau gitu).

Riko  : Aku langsung pamit ya Dwi,, maaf ya aku gak bisa mampir lama.
Dwi   : Iya gak pa-pa kok.
Riko  : Iya, soalnya udah sore dan aku juga udah bau ne jadi mau mandi dulu. Aku pamit ya.
Dwi   : Iya hati-hati ya.
alu, aku pun pergi.

Diperjalanan pulang ku, aku masih kepikiran pesan singkat yang ditulliskan Iyan pada ku. Dalam hatiku juga merasakan apakah aku benar-benar menyayangi Dwi atau hanya sekedar pelarian yang aku lakukan untuk mengisi ruang kosong ini.

Bersambung

Apakah yang terjadi dengan Riko yang selanjutnya? dan apakah sebenarnya alasan Tiar mengatakan Break  pada Riko? Dan, Apakah benar Dwi hanya Pelarian Riko atau memang Cinta sesungguhnya Riko??

Nantikan Cerita selanjutnya di CLS yang akan datang. Salam buletinesia.



Kunjungi cerita sebelumnya di link dibawah ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buletinesia - RS CLS (Countinius Love Stories) Pindah Ke Lain Hati!"

Post a Comment