Buletinesia - RS CLS (Countinius Love Stories) Sendiri! Susah Move On, Prinsip Atau Udah Nasib?

Buletinesia - RS - CLS (Riyal Story  - Countinius Love Stories)


Setelah kemarin release chapter 1 (baca: break dulu atau putus?) sekarang, akan berlanjut kisah selanjutnya di chapter 2 ini.

Susah move on , prinsip atau nasib?

"(Lagi pengen sendiri aja dulu!) Terkadang itu adalah jawaban paling sederhana dan pastinya yang paling gampang pada saat orang lain bertanya, kok sendiri? Gak punya pacar? gak laku ato kenapa?" 


kesendirian
Setelah break dari Tiar (Sebut aja diputusin), hari-hari yang kujalani terasa berbeda. Tak seperti biasanya, pagi hari pasti Tiar udah ngingatin buat sarapan dan hati-hati klo mau ke kampus, dan yang selalu dan tak bisa terlupakan saat Tiar ngingatin "Jangan kencang-kencang bawa motor, pake helm trus jangan lupa jaketnya ya sayang!" Kini, semua hanya tinggal kenangan yang tersisa. 

Oh iya, tidak terasa hari ini udah bulan ke 4, tepat dihari dimana saat itu Tiar minta break dari ku. Bulan pertama hingga bulan ketiga agak berat rasanya hari yang kujalani, tapi sekarang aku akan mencoba untuk move on dan Berprinsip dulu untuk fokus dalam pelajaran kuliah ku dan gak mau memikirkan soal wanita (bukan berarti aku sudah tidak suka wanita ya).

Ternyata ada untungnya juga aku break dengan Tiar. Ssejak saat itu, aku punya waktu lebih untuk teman-teman ku dan pagi ini singgah ke kontrakan temanku untuk berangkat bareng ke kampus. tak seperti biasa kontakan temanku Iyan (Iyan teman ku dari awal masuk ke kampus, tapi karena waktu ku lebih banyak ke Tiar kami jadi jarang ngumpul) sangat rame didatangi oleh teman cowok dan cewek dari kampus. Karena aku khawatir, aku segera mendekat ke pintu kontrakan Iyan.
Riko : Maaf permisi, ada apa ya? (aku bertanya pada orang yg berdiri di sekitar pintu kontrakan Iyan)
Riri   : Hmmm,,,Kebiasaan deh kamu Rik, salam dulu kek ato apalah gitu( sambil manyun)
Riko  : Ehhh,,,Riri, ada apa ya Ri?
Riko : Iya maaf, assalamualaikum. Riri yang manis ada apa ya?
Riri   : Gak lebay gtu juga kali Rik (tapi dengan wajah yang sedikit memerah).
Riri   : Walaikumsalam, itu Iyan lagi ulang tahun loh!
( oh ya kenalin juga Riri, wanita yang aku kenal dari awal masuk kekampus ini sudah berhijab-orangnya hitam manis sih)
Riko  : Oh iya ya,,,aku baru ingat. Padahal kemaren udah di ingatin Iyan.
Riri   : Loh kok bisa di ingatin Iyan?
Riko : Soalnya aku minta di traktirin Iyan klo dia ulang tahun,,,,hehehehehe.
Riri   : Huh,,,dasar cowok gratisan (sambil senyum).

Setelah selesai ngobrol dengan Riri diluar, akhirnya kami pun masuk ke ruang utama di kontrakan Iyan, saat itu Iyan sudah basah dan bau telor karena dikerjain oleh teman-teman kampus kami. Setelah Iyan membersihkan dirinya dan teman-teman sudah berangsur pergi satu persatu soalnya ada jam kuliah masing-masing.
Iyan  : Eh ada Riri dan Riko, duduk dulu aku mau bersihkan badan dulu ke belakang.
Setelah bersihkan diri, Iyan pun mendekat menghampiri kami. Tapi, belum sempat Iyan duduk di lantai (soalnya kontrakan Iyan gak ada kursi), iyan menanyakan hal yang paling gak enak banget untuk di jawab. Soalnya, bingung jawabannya apaan?

Iyan  : Eh,,, Rik,mana Girlnya? Masih sendiri aja kayaknya?
Riko : Ah gak juga, ni kan sekarang bareng Riri (sambil ngeliatin Riri)
Riri  : Maksudnya? jangan macam-macam ya Rik (dengan wajahnya yang garang)
Riko : Gak, becanda doang. Gak sih, lagi pengen sendiri aja, prinsipku sekarang sendiri dan fokus dengan kuliah dulu aja.
Iyan : Yakin prinsip? Lagi pengen sendiri, susah move on atau emang prinsip dari diri ni?
Riko : Udah ah, ngapain juga ngomongin soal wanita.

Setelah saling cerita panjang lebar dengan Iyan dan Riri, tanpa sadar hari mulai siang dan sudah hampir masuk jadwal kuliah ku. Lalu akhirnya aku pamit dengan mereka dan menyalami Iyan sambil mengucapkan "selamat ulang tahun ya Yan!".

Sepanjang perjalanan ku ke kampus,masih terbayang dan terbesit dalam benak ku tentang apa yang disampaikan dan ditanyakan oleh Iyan tadi, apa benar ini adalah prinsipku atau karena memang aku tidak bisa untuk move on dari Tiar (mantan break ku yang lalu).

Kesimpulan: jangan pernah mengatakan sesuatu yang bukan seharusnya dan cobalah jujur dengan diri sendiri, apakah Sendiri itu emang udah jadi Prinsip atau memang kita yang tidak mampu move on dari masa lalu.

"JADIKAN MASA LALU ITU SEBAGAI PIJAKAN UNTUK MENCARI ATAU MENJEMPUT MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK"

bersambung
Note: jangan lupa nantikan kelajutan ceritanya di chapter yang akan datang ya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buletinesia - RS CLS (Countinius Love Stories) Sendiri! Susah Move On, Prinsip Atau Udah Nasib?"

Post a Comment