Buletinesia - Stop Travelling! Kenapa?

Buletinesia - Berhentilah traveling jika sahabat buletinesia belum tahu cara menangani salah satu resiko dalam kegiatan traveling. Tersesat! Ya, tersesat adalah salah satu masalah yang sangat sepele namun sangat fatal akibatnya. Terkadang ketika kita sedang asik traveling kita tidak sadar bahwa kita sedang tersesat. Parahnya adalah kita tidak sadar bahwa kita sedang tersesat, sudah banyak kerabat kita yang tersesat dan berujung maut. Maka dari itu sebaiknya kita lakukan pencegahan dengan menyiapkan semua perbekalan, dan peralatan penunjang perjalanan.




Bagi teman-teman buletinesia  yang sudah terlanjur tersesat saya punya tipsnya. Bagaimana cara mengatasi jika kita sedang tersesat. Pertama adalah kita harus menyadari diri kita bahwa kita sedang tersesat. Ketika dalam perjalanan sebaiknya perhatikan beberapa tanda jalan dan ingat selalu, jika perlu catat. Contoh dari tanda itu bisa berupa simpang jalan, pohon besar,ranting yang  mengahalang jalan, batu besar, sungai,  atau benda lain yang bisa dijadikan rambu atau tanda. Jika di track sudah ada tanda perhatikan tanda itu dan jangan melanggar tanda-tanda yang ada.

Selanjutnya sahabat buletinesia harus stop (berhenti), ketika kita menyadari bahwa kita sedang tersesat sebaiknya kita berhenti. Jangan melanjutkan perjalanan, karena kita tidak tahu apa yang ada di depan sana. Kita belum tahu apakah kita berada pada jalur yang benar atau salah. Jadi berhentilah melanjutkan perjalanan.

Setelah berhenti sahabat buletinesia harus thinking (berpikir),berpikir dan jangan panik. Berpikir apa yang telah terjadi, berapa jauh tersesat, berapa lama tersesat, dan berpikir untuk apa yang akan dilakukan selanjutnya. Apakah memutuskan untuk istirahat sejenak atau melakukan tahapan selanjutnya.

Lalu apa yang akan dilakukan selanjutnya? Observation (pengamatan), melakukan pengamatan atau peninjauan langsung pada area disekitar area kita tersesat. Baik di area yang telah kita lalui maupun area yang belum kita lalui. Observasi ini adalah tahapan yang paling penting, jadi kita harus melakukannya dengan sangat teliti, jangan sampai salah mengamati medan karena akan sangat berpengaruh pada tahap selanjutnya. Jika kita tersesat bersama rombongan, kita bisa membagi menjadi beberapa orang untuk melakukan observasi.

Jika observasi dirasa sudah cukup, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan planning (perencanaan). Membuat rencana apa yang akan dilakukan selanjutnya, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sesuai jalur yang sudah dipastikan benar atau memutusakan untuk istirahat dan berkemah di area yang sudah diputuskan dengan kelompok. Kita harus mengambil keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi yang kita alami. Tidak boleh asal-asalan dan hanya mementingkan beberapa orang. Kita harus mempertimbangkan semua aspek, dari keadaan kesehatan teman-teman, cuaca, waktu, dan kondisi medan.


Semoga ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat buat sahabat buletinesia. Kalau bisa jangan sampai tersesat. Jika belum pernah melakukan perjalanan pada daerah itu sebaiknya teman-teman membawa pemandu. Sebaiknya juga membawa peralatan navigasi darat seperti peta, kompas, dan GPS. Oke sahabat buletinesia, salam traveler sejati.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buletinesia - Stop Travelling! Kenapa?"

Post a Comment