Buletinesia - Mo Limo, Sebuah Falsafah Jawa Yang Perlu Anda Pelajari Agar Terhindar Dari Celaka!


Buletinesia - Bagi anda orang jawa tentunya sudah tidak  asing dengan   kata Mo Limo, kata ini sering digunakan oleh orang tua di Jawa untuk  memberikan wejangan atau nasehat kepada anak-anak mereka."Lalu apa itu Mo Limo?"

Mo Limo

Sebelum membahas  pengertian Mo Limo,mari kita bahas darimana falsafah ini berasal. Falsafah Mo limo berasal dari buah pikiran Sunan Ampel, salah satu dari wali songo yang berperan dalam penyebaran agama islam di tanah jawa.Pada saat itu merupakan zaman kerajaan majapahit,  masyarakat dalam keadaan kacau balau.Segala perbuatan maksiat seperti pencurian ,perjudian,pemerkosaan merajalela. Atas dasar itulah Beliau membuat falsafah Molimo.Mo atau emoh(bahasa jawa) dalam bahasa indonesia berati tidak mau.Sedangkan limo dalam bahasa Indonesia berarti lima.Bila digabung dan diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi Tidak mau mengerjakan lima hal. Bisa juga diartikan, lima hal yang harus dihindari. Berikut ini kelima pantangan tersebut:




1.Madat (menggunakan obat-obatan terlarang)
Sudah kita ketahui bersama menggunakan narkoba dan sebagainya sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.Tidak sedikit yang kehilangan nyawa akibat narkoba.

2.Mendem (minum minuman keras)
Tidak mengherankan jika mendem (mabuk) dimasukkan dalam Mo limo,karena banyak sekali tindak kejahatan yang bermula dari sini.Banyak pula korban jiwa yang terenggut akibat miras oplosan, yang pada proses pembuatannya  jelas asal asalan dan tanpa takaran.Kecelakaan lalu lintas juga sering terjadi akibat berkendara dalam keadaan mabuk karena pengaruh alkhohol.

3.Medok (perzinahan/prostitusi/sex bebas)
Melakukan sex bebas bisa memicu penyebaran penyakit HIV atau AIDS. Akibat dari perbuatan medok yang lain adalah kerusakan rumah tangga. Apabila rumah tangga rusak, otomatis akan berpengaruh juga terhadap kesehatan mental anak. 

4.Main (judi)
Judi apabila menang sesekali bisa menjadi candu untuk mengulanginya lagi. Kadang ada juga yang rela berhutang, demi bertaruh  keberuntungan  di arena judi.Ketika untung tak dapat diraih akhirnya malang pun tak dapat ditolak.

5.Maling (mencuri)
Mengambil barang tanpa persetujuan dari si pemilik barang merupakan tindakan maling.Tidak terkecuali para maling elit yang berjas dan berdasi.Bersyukurlah anda yang berpendidikan rendah tapi makan dengan rizki yang halal. Banyak mereka yang terdidik dan berpangkat tinggi tapi makan dari rizki haram.

Itulah tadi ke lima pantangan yang harus kita  ingat untuk menjadi pegangan hidup. Falsafah tersebut begitu jelas dan mudah diingat,seperti halnya Sunan Kalijaga dengan tembang lir ilirnya.Cara para Sunan berdakwah sering dipadukan dengan adat dan budaya daerah setempat, sehingga lebih mudah dicerna masyarakat. Mari kita bersyukur atas ilmu dan akhlak yang diwariskan Beliau ( para wali). Semoga kita semua bisa mengambil pelajarannya."



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buletinesia - Mo Limo, Sebuah Falsafah Jawa Yang Perlu Anda Pelajari Agar Terhindar Dari Celaka!"

Post a Comment