Buletinesia - Apa yang Sebaiknya Dilakukan Remaja jika Terlanjur Hamil?

Buletinesia - Di jaman sekarang nampaknya semakin banyak saja remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Ini adalah tren yang amat buruk, terutama tren ini terjadi di negara yang notabene memiliki tradisi "ketimuran" yang di kenal sopan dan penuh dengan etika. Namun sekali lagi hal ini sangat sulit dicegah. Sobat Buletinesia tentunya sering mendengar berita kasus-kasus asusila yang melibatkan remaja atau bahkan anak kecil. Terpaan teknologi yang amat luar biasa nampaknya menjadi permasalahan utama. Bagaimana tidak,akses mengenai pornografi dapat kita temukan dengan mudah. Belum lagi perilaku artis-artis yang memiliki banyak sekandal dan di ekspos secara luas di media massa. Namun bagaimana jika kehamilan pada remaja terlanjur terjadi? Apa yang sebaiknya dilakukan? Berikut Buletinesia akan memberikan sedikit tips buat Sobat Buletinesia.

Ilustrasi
1. Rencanakan Jauh Ke Depan
Pertama-tama yang harus sobat lakukan ialah memastikan apakah kehamilan yang sobat alami memang benar kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) atau bukan. Selanjutnya jika ternyata kehamilan sobat memang KTD, Sobat Buletinesia dapat mempertimbangkan beberapa hal, apakah sobat ingin melanjutkan kehamilan atau tidak. Jika memutuskan untuk meneruskan kehamilannya maka perlu dipikirkan apakah akan menikah, membesarkan anak seorang diri, ataupun memberikan anak tersebut untuk diadopsi (biasanya hal ini berlaku untuk kasus-kasus khusus seperti pemerkosaan dan kekerasan. Jika dirawat sendiri maka sobat harus siap secara ekonomi, psikis, dan sosial. Jika memutuskan untuk tidak meneruskan kehamilannya maka perlu dipertimbangkan risiko yang akan dihadapi, kemungkinan timbulnya penyesalan dan perasaan bersalah, kemungkinan terjadinya infeksi yang dapat mengakibatkan peradangan, dan risiko kemungkinan timbulnya kemandulan. Maka dari itu carilah informasi, agar sobat tahu kemana dapat mencari pertolongan yang tepat dan aman

2. Diskusikan dan Mintalah Saran

Diskusikan apa yang sobat alami pada orang terdekat yang kiranya dapat dipercaya/ dapat menjaga rahasia agar ada dukungan dan simpati yang dapat membuat kita jadi lebih tegar. Tidak usah mencoba hal-hal yang sering dilakukan orang lain yang mengalami KTD misalnya: minum jamu, memijat atau memukul bagian perut, memasukkan sesuatu kedalam vagina dan rahim yang tentunya dapat berisiko terhadap kesehatan sobat. Jika sobat masih mengalami kesulitan dalam mempertimbangkan keputusan yang akan diambil, sebaiknya konsultasikan diri pada konselor kesehatan reproduksi ataupun biro-biro konsultasi psikologis. Melalui konseling sobat dapat mendiskusikan bersama masalah-masalah yang dihadapi dan memutuskan alternatif-alternatif yang mungkin bisa diambil.


Namun sekali lagi, Buletinesia berharap bahwa Sobat Buletinesia bukanlah salah satu dari korban dari kehamilan yang tidak diinginkan. Bagaimanapun sebagai remaja masih banyak hal yang dapat sobat lakukan. Masih terlalu banyak mimpi untuk dikejar daripada menghabiskan waktu dengan hal yang nantinya akan memberikan dampak buruk bagi sobat sekalian. Dan tentunya jika memang sudah terlanjur terjadi, opsi menggugurkan janin bukanlah pilihan bijak. Semoga bermanfaat ya Sahabat Buletinesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buletinesia - Apa yang Sebaiknya Dilakukan Remaja jika Terlanjur Hamil?"

Post a Comment